1. Melaksanakan pemeliharaan preventif (Preventive Maintenance) secara rutin pada mesin produksi sesuai jadwal.
2. Melakukan perbaikan cepat (Breakdown Maintenance) pada sistem mekanik, elektrik, hidrolik, dan pneumatik.
3. Melakukan troubleshooting pada sistem kontrol mesin, termasuk PLC dan sensor-sensor otomatisasi.
4. Mendukung instalasi dan komisioning mesin baru di area workshop atau lini produksi.
5. Memastikan semua aktivitas pemeliharaan dicatat dalam logbook atau sistem manajemen perawatan.
6. Mematuhi standar keselamatan kerja (K3) dan prosedur HSE yang ketat selama bekerja di area teknis.