#CV/Portofolio

7 Tips Menulis Deskripsi Diri di CV,  Fresh Graduate Harus Tahu!

vacancy header image
icon facebook
By Shitny Sevima

22 Maret 2024

KARIRLINK.ID - Masih bingung menulis deskripsi diri di Curriculum Vitae (CV)? Waduh, padahal di era persaingan seperti saat ini menjadi sesuatu yang penting untuk menunjukkan kualitasmu, loh. Coba saja, lihat informasi lamaran yang tersebar di Instagram, Twitter, dan laman website perusahaan. Pasti dokumen yang pertama kali diminta adalah CV.

Jadi, kalau CV-mu tidak menarik ya jangan harap dipanggil wawancara. Tapi tenang saja, di artikel ini kita akan membahas lebih lanjut tips menulis deskripsi diri yang akan menarik recruiter

Baca juga:  Pentingkah Perencanaan Karier Bagi Fresh graduate? Yuk Disimak

Apa Itu Deskripsi Diri?

Deskripsi diri adalah ringkasan yang menggambarkan diri sehingga dapat menjelaskan informasi yang dibutuhkan oleh  recruiter. Bagian ini sangat singkat, hanya terdiri dari 3–4 kalimat, namun harus bisa menggambarkan informasi yang lengkap seputar pendidikan, keahlian, pengalaman profesional dan tujuan karier di masa depan.

Lalu, Apa Pentingnya Deskripsi Diri?

Deskripsi diri ini bisa bisa memberikan informasi tentang dirimu, sehingga dapat membantu  recruiter mempertimbangkan apakah kamu sesuai dengan posisi dan budaya perusahaan atau tidak. Selain itu, deskripsi diri ini juga bisa menunjukkan keunikanmu dibandingkan pelamar lainnya.

Untuk itu, pastikan dalam menulis deskripsi diri, kamu memperhatikan kalimat yang ditulis. Hindari penulisan kalimat yang klise atau kalimat yang sangat umum digunakan. 

Tips Menulis Deskripsi Diri

Lebih lanjut, yuk kita ketahui lebih lanjut tips menulis deskripsi diri.

  • Fokus Pada Skill

Simpelnya menuliskan deskripsi diri itu seperti menyampaikan kesesuaian dirimu dengan posisi yang dilamar. Sehingga, yang perlu ditonjolkan adalah skill yang dimiliki. Apalagi bagi fresh graduate yang masih minim pengalaman. Jika kamu punya sertifikat keahliah, sampaikan saja. Namun, ingat ya! pilah dan pilih yang paling sesuai. 

  • Sampaikan Pencapaian yang Paling Relevan

Iya memang pencapaianmu banyak sekali, tapi tidak perlu semuanya diceritakan di deskripsi diri. Cukup pilih yang paling relevan. Sayang kan, kalau ternyata poin penting malah tidak tersampaikan karena terlalu banyak yang ditulis.

  • Padat dan Ringkas 

Langsung to the point saja. Tidak perlu bertele-tele karena kalimat yang panjang malah tidak akan dibaca. Caranya gimana? Kamu harus memahami poin-poin apa saja yang mau disampaikan. 

Bukan seberapa panjang kalimat yang akan membuat  recruiter tertarik dengan CV-mu, namun kesan dan penjelasan yang informatif lah yang akan dilirik oleh perekrut.

  • Hindari Berbohong

Niat hati ingin menonjolkan keahlian, namun malah berlebihan. Parahnya lagi sampai berbohong. Waduh, auto nggak lolos deh kalau begitu. Ya, bagaimana tidak? Seorang  recruiter sudah pernah mewawancarai berbagai karakter.

Jadi, mendeteksi kebohongan bukanlah hal yang sulit bagi seorang  recruiter. Daripada kamu berbohong yang nanti akhirnya ketahuan, lebih baik kembangkan skill dan keahlian.

  • Hindari Membuat Pernyataan Umum

Menulis CV memang bukan pekerjaan yang mudah. Sehingga, kita membutuhkan contoh serta referensi. Masalahnya, banyak contoh CV yang menggunakan bahasa umum atau klise. 

Nah, ini harus betul-betul diperhatikan. Untuk itu, pilihlah contoh yang benar-benar bagus. Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan dengan tulisan yang kamu buat.

  • Minta Review dan Perbaiki

Pendapat orang lain sangat dibutuhkan, apalagi jika orang tersebut sudah berpengalaman dibidangnya. Coba saja tunjukkan CV yang telah kamu buat ke teman atau seorang ahli dibidangnya. Biasanya mereka akan memberikan masukkan.

Nah, jangan pernah ragu atau malu saat CV-mu masih ada koreksi. Itu hal yang lumrah terjadi. Caranya, kamu bisa pertimbangkan hasil review dari mereka dan perbaiki CV-mu.

  • Selalu Di-update

Setiap orang terus berkembang dan meningkatkan skill. Untuk itu, kamu harus selalu meng-update CV-mu agar tetap relevan dengan keahlianmu saat ini. Oh ya, kamu juga harus ingat! Jangan pernah gunakan CV yang sama untuk bidang pekerjaan yang berbeda.

Misalnya, kamu lulusan seorang guru, namun kamu juga memiliki keahlian desain grafis. Lalu saat ingin melamar menjadi desain grafis, kamu menggunakan CV guru. Tentu saja, itu sudah tidak relevan ya, sehingga peluang-mu untuk lolos seleksi berkas menjadi kecil.

Baca juga: Cara Membuat CV Bagi Fresh Graduate, Yuk Simak!⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Sudah tahukan cara menulis deskripsi CV. Pokoknya, selama membuat CV ini jadilah jujur dan jelaskan sesuai yang ada di dirimu. Kamu juga bisa melamar di Karirlink loh. Nggak usah ragu deh, langsung saja coba lamar.