#Tutorials

Cara Mencari Pekerjaan yang Aman Via Online, Ini Dia Panduan dan Tipsnya

vacancy header image
icon facebook
By Shitny Sevima

14 Desember 2023

KARIRLINK.ID - Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, mencari pekerjaan secara online memberikan peluang yang besar bagi para pelamar kerja. Di lain sisi, dengan adanya kemudahan akses dan pertukaran informasi pribadi juga dapat berpotensi risiko, seperti pekerjaan yang ilegal, penipuan, bahkan eksploitasi data pribadi.

Oleh sebab itu, Karirlink telah menyediakan panduan yang akan membantu kamu mencari kerja dengan nyaman dan menghindari resiko tersebut. Ini merupakan bentuk komitmen Karirlink untuk menyediakan platform kerja yang aman dan terpercaya.

Baca juga: Cara Membuat CV Bagi Fresh Graduate, Yuk Simak!

Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja

Sebagai pencari kerja, kamu bisa mengetahui adanya penipuan di lowongan kerja dengan memperhatikan hal-hal berikut ini, di antaranya:

 1. Diminta Mengirimkan Data Pribadi

Perlu diketahui bahwa tidak semua data pribadi boleh diberikan kepada orang lain. Apalagi, jika kamu belum mengetahui maksud dan tujuan penggunaan data tersebut. Adapun beberapa data yang tidak boleh disebarluaskan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Alamat lengkap rumah dan informasi lainnya.

Oleh sebab itu, kamu juga harus memastikan kalau data pribadi tersebut tidak terdapat di Curriculum Vitae (CV). Lagipula, daripada kamu memasukkan informasi pribadi tersebut, lebih baik kamu menggunakan space yang ada untuk menunjukkan potensi diri.

2. Diminta Membayar dengan Biaya Tertentu

Para penipu biasanya meminta pembayaran bahkan sebelum mulai bekerja. Bentuk pembayaran ini sangat beragam, seperti uang untuk seragam, pelatihan, sertifikasi, dan biaya lainnya. 

Jika mereka menunjukkan tindakan atau komunikasi yang tidak profesional atau resmi, kamu harus mewaspadainya. Biasanya, para penipu memberikan informasi yang tidak jelas dan terdapat unsur memaksa.

3. Mendapatkan Tawaran Kerja Tanpa Wawancara

Dalam situasi yang mendesak, menerima pekerja tanpa proses wawancara bisa saja terjadi. Apalagi, jika kandidat sudah mengikuti tes teknis dan kualifikasinya sudah sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Namun, bukan berarti kamu bisa percaya begitu saja. 

Jika kamu mendapatkan tawaran kerja tanpa wawancara, kamu harus tetap berhati-hati. Langkah yang bisa dilakukan yaitu mengecek kembali website perusahaan untuk memastikan informasi penting seperti reputasi, profil perusahaan, alamat kantor, dan nomor telepon resmi. Selain itu, kamu juga harus memeriksa kontrak yang diberikan untuk memastikan hak-hak pekerja.

4. Mendapatkan Penawaran Kerja yang Tidak Kamu Lamar

Situasi mendapatkan pekerjaan yang tidak pernah dilamar bisa saja terjadi, misalnya jika kamu mendapatkan rekomendasi dari orang lain. Namun, kamu juga harus memastikan penawaran tersebut berasal dari perusahaan yang terpercaya. Bila tidak, tentu sangat berbahaya. Para penipu menggunakan offering letter agar para korban bertindak gegabah.

5. Terdapat Kesalahan Tata Bahasa dan Ejaan di Iklan Pekerjaan

Saat melihat lowongan pekerjaan, cara yang paling mudah mengidentifikasi adanya penipuan yaitu dengan melihat tata bahasa di iklan lowongan kerja. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kejelasan informasi yang diberikan.

6. Ketentuan dan Informasi yang Tidak Jelas di Iklan Lowongan Kerja

Pada iklan lowongan kerja terdapat beberapa informasi yang tertera, seperti job description, benefit, penempatan, kontak pemberi kerja dan beberapa informasi lainnya.

Jika informasi tidak lengkap atau tidak ada, itu bisa menjadi tanda kalau lowongan tersebut penipuan. Misal, lokasi perusahaan dan kontak tidak tertera.

7. Janji Berlebihan

Jika kamu melihat lowongan kerja yang menunjukkan janji-janji yang berlebihan, lebih baik jangan dilamar. Janji yang berlebihan bisa menjadi tanda bahaya. Misalnya, gaji dan bonus yang besar atau liburan gratis dalam waktu yang lama. Secara realistis perusahaan akan memberikan gaji dan fasilitas sesuai kontribusi atau posisi pekerja.

Cara Menjaga Keamanan Data dari Email

Selain mengidentifikasi tanda penipuan dari iklan lowongan, kamu juga harus memperhatikan keamanan data dari email. Adapun cara menjaga keamanan data dari email, meliputi:

 1. Periksa Alamat Email Pengirim

Banyak penipu yang menggunakan alamat email mirip dengan perusahaan yang sah. Oleh sebab itu, kamu harus memeriksa alamat email dengan sangat detail. Perlu diingat banyak email recruiter yang menggunakan alamat domain perusahaan. contoh: hr@sevima.co.id

2. Jangan Langsung Klik Link yang Diterima

Cara yang dilakukan oleh penipu semakin beragam, salah satunya yaitu bisa melalui link. Jika kamu mendapatkan link dari recruiter jangan langsung mengkliknya karena bisa saja link tersebut berisi virus atau malware. Dampaknya, penipu dapat mencuri data pribadi kamu, seperti kata sandi, nomor kartu kredit dan lain sebagainya.

Sehingga, jika kamu mendapatkan tautan, kamu bisa mengarahkan mouse untuk melihat apakah tautan tersebut mengarahkan ke situs web yang sah atau tidak. 

3. Jangan Membuka File Attachment yang Mencurigakan

Penipu seringkali mengirimkan email yang berisi file attachment. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi pribadi dan merusak perangkat kamu dengan menggunakan malware. Oleh sebab itu, harus selalu diingat kalau recruiter tidak akan memberikan file attachment mencurigakan kepadamu. 

Baca juga: Mau Sukses Hadapi Tes Psikotes Kerja? Berikut Tips dan Jenisnya!

Bagaimana Cara Melaporkan Penipuan Lowongan Kerja di Karirilink?

Mencari kerja secara online sangat mudah dan umumnya aman. Apalagi, Karirlink selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap iklan lowongan untuk memastikan kamu mendapatkan lowongan yang resmi dari perusahaan yang kredibel. 

Akan tetapi, jika kamu mencurigai iklan lowongan pekerjaan di Karirlink, kamu bisa melaporkannya dengan mengirimkan email laporan ke karirlink@sevima.com dengan subject email “JOB SCAM” atau hubungi kami di 08113023500. Kamu juga bisa melampirkan bukti berupa screenshotfile atau link.

;